-->

Kondisi Pendidikan di Desa Ternadi


 

Pendidikan merupakan hal yang berperan penting dalam mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia agar mampu bersaing dengan manusia lainnya secara sehat dan tetap memiliki rasa kebersamaan dengan sesama manusia. Terletak di kecamatan dawe kabupaten kudus, desa Ternadi memiliki banyak potensi dibidang pariwisata serta hasil kebun yang memadai karena berada di dataran tinggi. Sumber daya alam perlu dikelola dengan sumber daya manusia yang memadai, tentunya perlu pendidikan. 

Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Peranan pendidikan sangat penting dalam mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan sehat, tetapi juga memiliki rasa kebersamaan dengan manusia–meningkat.

Program pendidikan yang ada di desa ternadi memiliki beberapa lembaga mulai dari Kelompok belajar (KB) sampai Sekolah dasar (SD). Di desa ternadi ini ada dua Kelompok Bermain salah satunya yaitu Kelompok bermain Tunas Harapan. Selain pendidikan umum ada juga lembaga pendidikan agama yaitu Taman Pembelajaran Al-Qur'an (TPQ). Ada dua TPQ di Ternadi yang memiliki beberapa metode yaitu metode qiroati dan metode yanbu'a serta satu madrasah Diniyah. Karena di desa ternadi sendiri tidak ada jenjang pendidikan setelah SD, rata-rata anak-anak di desa ternadi melanjutkan pendidikan setelahnya di SMPN 1 Dawe yang berjarak 8 km dari Ternadi dan ada yang di MTs Bakaran yang jaraknya lebih dekat–menyingkat 4 km dari SMPN 1 Dawe. Dengan perhitungan rata-rata anak-anak di Ternadi setelah lulus SMA, jarang yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi pendidikan di Ternadi. Pertama, faktor internal yang datang dari anak desanya. Banyak memilih putus sekolah dikarenakan adanya pemikiran dari orang tua yang mementingkan utuk memilih jenjang karir daripada jenjang pendidikan. Kedua, faktor eksternal yang dipengaruhi lingkungan. Jarak tempuh desa ternadi menuju sekolah cukup jauh dengan jarak terdekat 3 km dari rumah.

Solusi yang diberikan penulis dalam menghadapi hambatan masalah pendidikan ini adalah dengan menyadarkan para orang tua tentang pentingnya pendidikan, contohnya dengan mengadakan penyuluhan mengenai pentingnya pendidikan kepada warga desa Ternadi.

"Pendidikan bukan hanya untuk menghasilkan uang. Pendidikan baiknya lebih dimaknai: belajar untuk menghasilkan pola–pola pikir, pola hidup, dan pola-pola lainnya."

Hasil Penelitian:

1. Bimo Widjanarko

2. Ahmad Zaini Dahlan

3. Natasya Zuliya Pratiwi

4. Siti Nur Halimah


*Nurul Hikmah, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2021.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer