-->

Tabayyun di Era Informasi: Belajar Menjadi Pribadi Kritis, Bijak, dan Dapat Dipercaya



Kudus, Jum’at, 6 Maret 2026 – Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset UIN Sunan Kudus menggelar kegiatan Kajian Ramadhan 2026 yang berlangsung di Gedung PKM Barat UIN Sunan Kudus.

Kegiatan ini mengusung tema "Tabayyun di Era Informasi: Belajar Menjadi Pribadi Kritis, Bijak, dan Dapat Dipercaya”. Tema tersebut diangkat sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam menyikapi maraknya informasi di era digital. Kegiatan ini menghadirkan pemateri, Dr. Cihwanul Kirom, Lc., M.E.I., yang memberikan pemaparan mengenai pentingnya sikap tabayyun dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Dalam penyampaiannya, Dr. Cihwanul Kirom menjelaskan bahwa saat ini media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Namun, tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dipastikan kebenarannya. Banyak informasi yang mengandung hoaks, ancaman, kriminalitas, bahkan penipuan yang dapat merugikan masyarakat. Oleh karena itu, setiap individu perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.

Ia menegaskan bahwa terdapat dua hal yang perlu diwaspadai dalam arus informasi digital, yaitu hoaks dan penipuan. Kedua hal tersebut seringkali muncul dan dapat dialami oleh siapa saja. Dalam ajaran Islam sendiri telah dijelaskan bagaimana posisi seorang Muslim dalam menerima maupun menyampaikan sebuah berita, yaitu dengan melakukan tabayyun atau klarifikasi agar informasi yang diterima tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam menyaring informasi. Pertama, menumbuhkan sikap netral dan mempertanyakan kebenaran dari informasi yang diterima. Kedua, menilai apakah informasi tersebut membawa kebaikan dan manfaat jika disebarkan. Ketiga, mempertimbangkan apakah informasi tersebut benar-benar bermanfaat bagi orang lain. Apabila informasi tersebut tidak jelas kebenarannya atau mengandung hoaks, maka sebaiknya cukup berhenti pada diri sendiri dan tidak perlu disebarkan. Menurutnya, menjadi pribadi yang bijak berarti mampu menyampaikan informasi yang dapat dipercaya.

Melalui kajian ini, peserta diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Sebagaimana disampaikan dalam penutup kajian, secanggih apa pun teknologi yang ada saat ini, manusia tetap memiliki keunggulan berupa akal dan adab yang harus digunakan dengan sebaik-baiknya. Sikap bijak dalam bermedia sosial serta berhenti menyebarkan hoaks menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan dan kebaikan bersama.





*Pengurus Ukm PR UIN Sunan Kudus 2026.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer