Jepara, 7 Juni 2026 — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penalaran dan Riset UIN Sunan Kudus sukses menggelar kegiatan Malam Keakraban (MAKRAB) yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu hingga Minggu, 6–7 Juni 2026. Kegiatan ini bertempat di Kawasan Pantai Empurancak, Kabupaten Jepara, dan diikuti oleh seluruh pengurus serta anggota organisasi.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh panitia pelaksana, kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak terkait. Memasuki sesi materi yang pertama, peserta mengikuti Pelatihan Administrasi yang dipandu oleh Kak Ratna. Dalam sesi tersebut, dipaparkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan pencatatan, pengorganisasian, dan pengelolaan data atau informasi yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara efisien. Pembahasan difokuskan pada administrasi surat-menyurat resmi, di mana bagian kop surat menjadi hal yang paling krusial.
Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan mengenai aturan terbaru tahun 2026 yang mewajibkan penyesuaian kode surat resmi berdasarkan regulasi mutakhir. Standardisasi ini juga berlaku dalam pembuatan sertifikat, meskipun di dalamnya tidak dicantumkan kode universitas. Terkait legalitas dokumen formal, ditegaskan bahwa pengajuan surat kepada atasan kini wajib menggunakan tanda tangan basah yang meliputi tanda tangan ketua UKM, sekretaris panitia, sekretaris umum, ketua panitia, serta pembina. Sesi ini diakhiri dengan materi administrasi keuangan yang menekankan kedisiplinan bendahara dalam mencatat setiap transaksi secara teliti beserta hari dan tanggalnya, kewajiban menyertakan nota berstempel, serta pemaparan studi kasus mengenai mekanisme pengembalian uang pendaftaran (HTM) lomba oleh pihak UKM bagi anggota yang berhasil meraih juara.
Usai pelatihan administrasi, agenda beralih ke Pelatihan Desain yang disampaikan oleh Kak Irfan. Dalam sesi ini, peserta dibekali aturan baku dalam merancang media publikasi seperti pamflet, mulai dari kombinasi warna, filosofi warna yang terkandung di dalamnya, kesesuaian elemen, hingga tata letak yang proporsional. Kak Irfan menekankan bahwa sebuah desain harus mampu menyajikan informasi secara singkat, padat, dan jelas, terutama terkait detail waktu serta jenis kegiatan yang diselenggarakan agar dapat menarik minat pembaca. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Suasana yang aktif, interaktif, dan menyenangkan semakin terasa melalui berbagai aktivitas diskusi kelompok serta kedekatan yang terjalin antarsesama anggota UKM PR.Menempati sesi malam hari, kegiatan diisi dengan agenda Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter berjudul “Pesta Babi”. Film ini mengangkat tema perjuangan sosial dan mengisahkan tentang masyarakat adat Papua yang gigih mempertahankan tanah leluhur mereka dari proyek pembangunan serta ekspansi industri skala besar yang digulirkan pemerintah tanpa persetujuan warga lokal. Melalui sesi bedah film yang berlangsung dinamis, peserta diajak melihat dampak nyata dari penggusuran lahan menggunakan ratusan buldozer tersebut, mulai dari hilangnya mata pencaharian penduduk asli, kerusakan habitat satwa yang terancam punah, hingga peningkatan polusi lingkungan. Sesi ini juga memantik daya kritis peserta dalam merefleksikan peran aparat keamanan di daerah konflik, serta mengulas perjuangan perwakilan rakyat Papua yang telah menyampaikan aspirasi mereka langsung ke gedung pemerintah pusat di Jakarta demi mencari keadilan.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan MAKRAB ini, anggota pengurus UKM PR tidak hanya dilatih untuk memahami tata kelola manajerial organisasi yang tertib dan profesional, tetapi juga diasah kepekaan sosial serta ketajaman analisisnya terhadap isu-isu nasional. Kegiatan pelatihan dan diskusi film kritis ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas serta kapasitas pengurus dalam dunia organisasi, sekaligus menumbuhkan minat riset serta kemampuan berpikir kritis para anggota.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar