-->

KPN Beropini, Mahasiswa Baru Jangan Lugu Nanti Mudah Tertipu


Ilustrasi: Azka

Mahasiswa, nama baru di pundak kalian yang saat ini sedang berjuang untuk masuk melanjutkan pendidikan kejenjang perguruan yang lebih tinggi. Di lingkungan kampus, kalian akan menemukan suasana baru dan tantangan baru. Hukum rimba berlaku di sekitar kalian, di ruang kelas, di kos, di ruang Unit Organisasi Mahasiswa (UKM), dan di ingkungan tempat santai ngopi kalian.

Tantangan baru akan menyelimuti kalian, dengan tugas dan tatanan hidup yang berbeda dari biasanya akan menjadi kendaraan kalian untuk proses pendewasaan yang lebih jauh, serta menguji kapasitas perilaku kerja otak kalian dalam menjalankan roda pendidikan yang lebih tinggi. Tanggung jawab serta mentalitas sebuah pengorbanan, sangat berpengaruh terhadap masa depan suatu bangsa yang berada di tangan kalian saat ini yang sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi.

Mahasiswa yang bermental totalitas akan meninggalkan sejarah yang gemilang, sadar akan kepedulian dan keprihatinan persoalan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa, akan menjadi landasan dasar kalian, akan di pandang sebagai mahasiswa yang berwibawa tinggi. Ingat ! Tantangan sebagai seorang mahasiswa tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Mahasiswa yang memiliki harapan palsu lebih baik dari pada mahasiswa yang tidak memiliki harapan. Perlu kerja keras dan berhati-hati untuk menentukan suatu langkah proses perencanaan yang matang, agar segala harapan yang diinginkan tercapai pada titik yang tertinggi.

Kalian mahasiswa baru yang lugu dan sopan santun terkadang menjadi kesempatan bagi para senior untuk membidik kalian agar menjadi bagian dari kelompok mereka. Mereka para senior mahasiswa dengan cara apapun agar menarik perhatian kalian untuk menjadi bagian dalam melanjutkan tujuan visi misi kelompoknya. Namun apa daya mahasiswa yang lugu dan polos terkadang terlena dan terpukau dengan ajakan para senior mahasiswa sehingga menjadi sasaran empuk untuk mereka rekrut menjadi bagian anggota dari mereka, dengan diiming- imingi jabatan, kekuasaan, ketenaran, dan kepopuleran sehingga mendapatkan rekan baru, bahkan pacar baru, kalimat seperti itulah yang kedepannya akan sering kalian jumpai.

Hindari jika bertemu senior semacam itu! Tinggalkan organisasi mahasiswa yang di awal mereka memberikan "iming-iming" jabatan, kekuasaan, kepopuleran, dan kepastian bahwa kalian jika ikut senior di organisasi ini (sensor) akan menjadi "ini" dan "itu". Semuanya itu mustahil didapat, jika kalian hanya dengan bermodal dengkul dan otak kosong. Apa lagi hanya sekedar ikut-ikutan tanpa ada riset terlebih dahulu.  Maka akan sampailah pada masanya kalian akan seperti sampah buih di lautan yang berjumlah banyak namun tak berdaya.

Oleh karena itu, kalian mahasiswa baru yang lugu dan minim pengetahuan, disitulah waktu yang tepat bagi para senior bergerak menarik perhatian dan intrik - intrik berdalih seperti layaknya seorang akademisi kepada kalian, agar kalian terpukau dan terlena oleh ajakan mereka.

Hindari juga ajakan yang minim wawasan dan pengetahuan, riset terlebih dahulu kapasitas otak senior itu dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar, sesuaikan jawaban dan realitas fakta di lapangan organisasi dan jawaban dari senior tersebut, sempurnakan nalar kalian untuk menentukan pilihan mengikuti organisasi mahasiswa agar kedepannya kalian punya gambaran ingin atau akan menjadi apa? diwaktu yang akan datang.

Ingat'! Bukan organisasi yang buruk, namun sumber daya manusianya-lah yang melampaui batas keburukan. Tetap semangat dan berproses agar menjadi mahasiswa yang budi luhur dan berwibawa. Hukum rimba ada di lingkaran kalian. Jangan mudah terlena dengan gaya nyentrik para senior saat berbicara di depan kalian. Bisa jadi itu "Pandir" yang mencoba membodohi kalian.

Berproseslah dengan kaki dan tangan kalian sendiri. Gunakan fungsi otak sesuai kapasitas yang berlaku. Dan yang terpenting, jangan muda menggadaikan otak pikiran kalian karena sebuah iming-iming jabatan dan kekuasaan. "Salam Otak berdasi."

*Ridwan Maulana, S. Pd., Demisioner UKM KPN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer