-->

KPN Beropini, Falsafah Islam dalam Islam Doktrin dan Peradaban


 

    Filsafat merupakan salah satu bagian dari empat disiplin keilmuan Islam tradisional seperti fiqh, Kalam, tasawuf dan filsafat. Filsafat barangkali disiplin ilmu yang jarang dipelajari dan agak sukar dipahami bagi umat Islam. Sejarah Islam juga ditandai dengan tajam mengenai konflik filsafat dan agama. Banyak filsuf Islam yang di eksekusi karena dianggap keluar dari Islam dan bertentangan dengan syariat. Padahal, Alquran dan hadist merupakan salah satu rujukan dalam filsafat itu sendiri. Dan tidak bisa dikatakan bahwa filsafat Islam merupakan tiruan dari filsafat Yunani, tetapi benar jika perkembangannya dipengaruhi.

    Kata "falsafah" dalam bahasa Arab sudah jelas meminjam dari bahasa Yunani yang populer yaitu "philosophia" yang berarti cinta terhadap kebijaksanaan atau kebenaran. Ini bukti filsafat Yunani juga ikut memengaruhi perkembangan filsafat Islam. Hal tersebut membuat beberapa pemuka agama seperti Ibnu Taimiyah dan Imam Suyuthi keberatan atas filsafat Islam, dikarenakan agama orang Yunani adalah agama pagan. Filsafat Islam tumbuh akibat dari interaksi bangsa Arab dengan peradaban tetangganya seperti Mesir dan Persia. Interaksi ini lahir setelah penaklukan-penaklukan bangsa tetangga oleh umat Islam terutama ketika masa pemerintahan Rasulullah dan para sahabat. Perlu diketahui bahwa bangsa yang telah ditaklukkan oleh umat Islam merupakan bangsa yang sudah terpengaruh oleh kebudayaan Yunani yang kemudian dilanjutkan dengan pengaruh Kristen yang kuat.

   Sikap toleransi juga menjadi penting dalam perkembangan filsafat Islam. Dimana bangsa-bangsa di bawah pemerintahan Islam mendapatkan haknya dengan baik dan tidak dipaksa untuk berpindah agama ke Islam. Islam juga menganggap dirinya sebagai penerus dari agama-agama ibrahimik (Kristen, Yahudi) yang membuat umat Islam saat itu sangat terbuka terhadap kebudayaan bangsa lain dan ilmu pengetahuan diluar Islam. Keterbukaan ini membuat interaksi yang positif dengan mengambil kebaikan-kebaikan budaya dan ilmu pengetahuan bangsa lain yang kemudian diadopsi sebagai budaya Islam yang baru. Pengetahuan diluar umat Islam juga segera diterjemahkan dalam bahasa Arab supaya mereka dapat belajar dengan lebih mudah dan mampu menguasai pengetahuan tersebut yang kemudian diadopsi sebagai ilmu pengetahuan yang islami. Kepercayaan diri bangsa Arab Islam ini yang membuat peradaban Islam melesat jauh ke arah yang lebih baik. Kebebasan dalam hal ilmu pengetahuan juga menjadi salah satu faktor kemajuan umat Islam dimana orang-orang Kristen yang mengajar disekolah dibiarkan menjalankan tugasnya meskipun bangsanya telah ditaklukkan oleh umat muslim. Mereka mendapatkan rasa hormat yang pantas meskipun berbeda keyakinan dan yang terpenting membuktikan bahwa umat Islam pada saat itu sangat cinta akan ilmu pengetahuan. Jadi pantaskah jika banyak filsuf Islam yang di eksekusi karena dianggap keluar dari Islam dan bertentangan dengan syariat?

*Arif Lukman Hakim, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer