-->

Tips Menulis Essay Ala KPN


   

Hai, para Penulis!

Dalam dunia literasi, kita sering sekali menjumpai beragam jenis tulisan fiksi maupun non-fiksi. Karangan Fiksi yaitu karangan yang berisi cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan biasanya berbentuk novel, cerpen dan puisi. Sementara Karangan non-fiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tulisan non fiktif biasanya berbentuk artikel, feature, opini dan juga esai. Pada kesempatan ini, kami akan fokus membahas tulisan esai yang nantinya berguna sebagai penjelasan tambahan bagi teman-teman yang mengikuti program kepenulisan yang diadakan UKM KPN.

Pertama, apa sih tulisan esai itu? Dikutip dari laman Wikipedia, Esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subyek tertentu yang coba dinilainya. Misalnya bagaimana pendapat kalian mengenai fenomena valentine. Nah jawaban kalian atas pertanyaan tersebut salah satunya bisa dituangkan dalam tulisan esai.

Sekilas tampak tidak terdapat perbedaan signifikan antara tulisan esai, opini, feature dan artikel. Boleh dibilang kurang lebih sama. Sebab masih dalam satu rumpun jenis tulisan non fiksi. Namun pada tulisan esai lebih banyak memuat pendapat penulis mengenai suatu hal.

STRUKTUR ESAI

Umumnya, Tulisan esai terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah pendahuluan atau pengantar. Bagian kedua merupakan isi atau inti pembahasan. Bagian terakhir merupakan penutup. Ketiga bagian ini semuanya penting dan saling padu demi membentuk satu tulisan yang baik.

1.     Bagian Pendahuluan

Bagian pengantar atau pendahuluan merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah tulisan esai. Paragraf dalam pendahuluan tentu berperan penting dalam menentukan apakah pembaca tertarik untuk melanjutkan dan menyelesaikan membaca esai tersebut atau tidak. Pengantar yang ditulis dengan baik tentu akan meningkatkan minat pembaca untuk merampungkan bacaannya. Jadi buatlah pengantar semenarik mungkin. Apabila tulisan pengantarmu buruk, bukan tidak mungkin pembaca akan berhenti membaca bagian tulisan.

Contoh bagian pembuka esai:

“Apa bedanya cinta dan nafsu? Pertanyaan yang cukup menyentil dari pacarku. Cinta itu berasal dari hati, sedangkan nafsu? apa mungkin tidak dari hati? Dalam dunia percintaan, mungkin seringkali para pasangan tidak sadar mencampur adukkan keduanya. Mengatas namakan cinta mereka suci, lantas bagaimana dengan yang berani pelukan di fasilitas umum? Khas adegan di sinetron, yang identic dengan pesan cinta yang terkesan mudah dan kilat. Berbeda dengan kenyataan, terbukti dari story WA yang mengaku dirinya jomblo. Atau pun cinta dari kalangan selebriti papan atas, dengan mesranya mengumbar cinta di muka umum lantas bercerai dalam tempo sesingkat-singkatnya. Ironis bukan?”

Contoh lainnya dikutip dari “Buku Inilah Rahasia Kedalaman Hatiku”:

“Mengapa Allah memberikan nikmat? Supaya kita bersyukur. Mengapa Allah menciptakan ujian? Supaya kita bersabar. Syukur dan sabar, dua hal beriringan yang menjadi kunci kesuksesan dalam melakoni setiap babak drama kehidupan yang menerpa manusia. Kesyukuran saja tanpa kesabaran, ibarat gas tanpa rem. Mobil dapat bergerak maju, namun tidak bisa berhenti untuk menghindari lubang di depan mata sekalipun. Begitu pula sebaliknya. Kesabaran tanpa kesyukuran. Jangankan untuk dapat melaju kencang, mobil hanya akan diam di tempat, tak dapat bergerak sama sekali.”

2.    Bagian Isi

Bagian kedua dari sebuah esai adalah bagian isi atau inti. Bagian kedua ini berisi pembahasan atau penjabaran dari ide pokok atau gagasan utama yang ingin disampaikan seorang penulis. Panjang bagian isi ini tergantung jumlah gagasan utama yang akan disampaikan dalam esai.

3.     Bagian Penutup

Bagian penutup atau bagian terakhir dari sebuah esai dapat berisi rangkuman dari apa yang telah disampaikan di bagian isi, atau berisi penegasan atas gagasan pokok atau argumen-argumen penting yang telah disampaikan penulis. Bagian penutup juga bisa merupakan simpulan dari gagasan-gagasan pokok yang telah diuraikan di bagian-bagian sebelumnya.

Ringkasnya, esai yang efektif hendaknya ditulis dengan struktur yang baik agar mempermudah pembaca untuk memahami gagasan atau alur pemikiran penulis. Esai yang baik tidak hanya berisi struktur teratur, namun juga harus memerhatikan organisasi paragraf yang tepat dan padu, untuk menjaga kesinambungan gagasan. Sehingga antara kalimat maupun paragraf saling berkaitan.

TIPS-TIPS DALAM MENULIS ESAI

  1.   Tentukan satu pengalaman atau pendapat penting yang menjadi fokus esaimu. Contohnya, kamu dapat menceritakan masa lalumu dengan mantan atau pada saat kamu pertama kali merasa suka dengan lawan jenis. Jelaskan bagaimana kamu menghadapi situasi tersebut dan pelajaran hidup apa yang kamu petik. Cobalah menghubungkan pengalaman tersebut dengan diri kamu sekarang atau cita-citamu di kemudian hari.
  2. Hindari esai familier (biasa). Tulisan esai sangat mengutamakan penyuguhan tulisan yang menarik dan di luar kejadian sehari hari. kamu diharuskan menampilkan tulisan yang benar-benar unik dan berbobot. Ini merupakan nilai tambah yang cukup penting bagi suatu tulisan esai terkait gaya kepenulisan.
  3. Mulailah dengan pembukaan yang memikat. Awali esaimu dengan kata-kata yang akan memancing pembaca untuk melanjutkan, seperti anekdot atau fakta menarik yang berhubungan dengan pengalamanmu.
  4.  Munculkan kepribadian dan suara kamu. Esai adalah kesempatan untuk mengekspresikan cara pandang kamu yang unik kepada pembaca dan membuat mereka mengenal siapa kamu.
  5. Terdapat Pelajaran (hikmah) yang bisa dipetik. Esai yang baik haruslah menunjukkan bahwa kamu sudah memikirkan pengalaman apa yang ingin diceritakan dan menarik kesimpulan setelah melalui perenungan. Contohnya: “Meskipun hidup di panti asuhan dalam lingkungan yang bermasalah sangat sulit dan penuh perjuangan, namun situasi tersebut mengajarkanku bahwa terlepas dari tempat saya dibesarkan atau latar belakang saya, saya bisa berhasil melebihi harapan banyak orang melalui kerja keras, ketekunan dan pendidikan.”
  6. Gunakan kalimat aktif. Hindari sebisa mungkin penggunaan kalimat pasif atau kalimat bernada lemah. Gunakan kata kerja aktif bila memungkinkan.
  7. Kalimat penutup berupa kesimpulan atau penegasan tulisan. Jangan lupa tutup tulisanmu dengan kalimat penutup yang menarik. Kalimat penutup dapat berisi rangkuman atau berisi penegasan atas gagasan pokok yang telah disampaikan penulis.

Demikianlah tips menulis esai, selamat menulis!


 

*Mb. Chabib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer