Manusia apabila didefinisikan tentunya memiliki banyak tafsiran atau makan yang majemuk. Ilmu Mantiq (logika) biasanya menyebutnya Al-Insanu hayawanun nathiq (manusia adalah binatang yang berfikir). Sebagai binatang yang berpikir manusia berbeda dengan hewan. Penyebutan manusia sebagai bintang yang berfikir tentunya memiliki alasan yang jelas, seperti manusia dan binatang yang memiliki beberapa kesamaan seperti, makan dan minum, bernapas, bereproduksi, bergerak, iritabilitas, dan seterusnya. Tetapi satu hal yang membedakan antara manusia dan binatang adalah manusia dapat berfikir sementara bintang tidak, contohnya binatang tidak mampu membedakan mana yang hak dan yang batil sementara manusia sudah melampaui apabila hanya sekedar membedakan mana yang hak dan yang batil.
Ide atau sama halnya dengan pikiran sering kali menjadi senjata andalan manusia. Berbagai sumber mengatakan ide ada yang lahir dari rangsangan sekitar dan ada pula yg mengatakan bahwa ide terlahir dengan sendirinya. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana ide atau pikiran ini dapat menciptakan poin-poin yang dapat membantu dan mempermudah umat manusia. Era globalisasi yang amat pesat ini tentunya akibat dari kreatifitas manusia disektor teknologi, yang di mana itu dapat mempermudah manusia dalam melanjutkan perjalanan hidup.
Penyalahgunaan tentang ide tak jarang sering terjadi. seperti banyak manusia yang memiliki pola pikir biner yang dapat menyebabkan peradaban ini terdegradasi. Dengan adanya peristiwa tersebut menandakan bawa tidak semua ide memiliki sifat konstruksi (membangun atau memperbaiki) ke nilai-nilai yang lebih murni dan terapan.
Literatur tentang ide-ide ini memiliki beberapa sifat dialektis tanpa akhir. Sehingga dinamisasi tentang ide ini selalu melahirkan ide-ide segar apabila dimaksimalka. Agar dapat melahirkan ide-ide segar, pastinya di perlukan embrio literasi yang sangat tinggi serta janin moral yang menjadi dasar untuk pembentukan ide yang mempunyai nilai-nilai bermanfaat lebih bagi setiap insan. Maka terlahir lah ide-ide tersebut dan menjadikan peradaban ini lebih estetik dan artistik.
*Sang Pemula Abadi, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2021.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar