Organisasi mahasiswa selama ini dianggap sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, berorganisasi, serta meningkatkan keterampilan sosial. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan organisasi mahasiswa semakin tidak relevan dan tidak berdampak di tengah-tengah mahasiswa. Bahkan, banyak mahasiswa yang merasa terbebani dengan kegiatan organisasi yang hanya menjadi formalitas semata tanpa memberikan manfaat yang signifikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang tajam dan mendalam mengenai keberadaan organisasi mahasiswa di perguruan tinggi.
Pertama-tama, perlu dicermati bahwa keberadaan organisasi mahasiswa tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab perguruan tinggi. Setiap organisasi mahasiswa di perguruan tinggi memiliki aturan dan kebijakan yang harus diikuti agar dapat terdaftar dan beroperasi di kampus. Namun, pihak perguruan tinggi tidak dapat mengawasi dan memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak yang positif bagi anggotanya maupun lingkungan sekitar.
Selain itu, terdapat masalah internal dalam organisasi mahasiswa yang seringkali menghambat pencapaian tujuan organisasi. Beberapa masalah tersebut antara lain ego anggota yang terlalu besar, tidak adanya komunikasi yang baik antaranggota, serta keterbatasan waktu dan sumber daya yang dimiliki. Akibatnya, kegiatan organisasi yang seharusnya dapat memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat, malah menjadi beban dan hanya menjadi formalitas semata.
Tak hanya itu, semakin maraknya penggunaan teknologi digital yang memungkinkan mahasiswa untuk mengakses informasi dan kegiatan di luar kampus, juga berdampak pada menurunnya minat mahasiswa untuk bergabung dengan organisasi mahasiswa. Terdapat alternatif lain yang dapat diakses secara mudah dan memberikan manfaat yang tidak kalah dengan kegiatan organisasi mahasiswa, seperti pembelajaran online, kursus daring, dan kegiatan sosial di luar kampus.
Namun, perlu dicatat bahwa bukan berarti organisasi mahasiswa benar-benar tidak bermanfaat dan tidak perlu ada. Kegiatan organisasi mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi anggotanya dalam bentuk pengembangan keterampilan dan peningkatan jaringan sosial. Selain itu, kegiatan organisasi mahasiswa yang dilakukan secara tepat dan efektif dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Untuk itu, perlu ada upaya dan perubahan dalam pengelolaan organisasi mahasiswa. Pihak perguruan tinggi dapat lebih aktif mengawasi dan memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak positif. Selain itu, perlu juga dilakukan pengembangan dan inovasi dalam kegiatan organisasi mahasiswa yang dapat menarik minat mahasiswa dan memberikan manfaat yang signifikan. Misalnya, kegiatan yang bersifat sosial dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar, seperti program bantuan pendidikan, penggalangan dana untuk kesejahteraan lingkungan, atau kegiatan relawan di lembaga sosial.
Selain itu, organisasi mahasiswa juga perlu memperbaiki sistem internalnya agar lebih efektif dalam mencapai tujuan organisasi. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat komunikasi antaranggota, meningkatkan partisipasi anggota, dan memberikan kesempatan bagi anggota untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan organisasi.
Dalam era digital seperti sekarang, organisasi mahasiswa juga perlu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk mempromosikan kegiatan dan mencapai target audience yang lebih luas. Dengan memanfaatkan media sosial, website, atau platform online lainnya, organisasi mahasiswa dapat meningkatkan keterlibatan anggota dan minat mahasiswa untuk bergabung.
Secara keseluruhan, organisasi mahasiswa memang terkadang dianggap tidak relevan dan tidak berdampak di tengah-tengah mahasiswa. Namun, hal ini bukan berarti bahwa organisasi mahasiswa perlu dihapuskan. Sebaliknya, perlu ada upaya dan perubahan dalam pengelolaan organisasi mahasiswa agar dapat memberikan manfaat yang lebih signifikan bagi anggotanya dan masyarakat sekitar. Melalui inovasi dan pengembangan kegiatan organisasi mahasiswa yang efektif dan efisien, maka organisasi mahasiswa dapat kembali menjadi wadah yang bermanfaat bagi pengembangan keterampilan dan kepemimpinan mahasiswa, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
*Mb. Chabieb, Alumni UKM KPN IAIN Kudus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar