-->

Peran Ilmu Islam Terapan Dalam Menjawab Problematika Gen Alpha


 

Ilmu Islam terapan merupakan ilmu tentang segala aspek kehidupan yang di dasari dengan kajian Al-Quran dan hadis. Ilmu ini pertama kali di cetuskan oleh rektor pertama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, yaitu Prof. Muslim A. Kadir, yang mana ilmu Islam terapan ini merupakan disertasi beliau yang luar biasa dan menjadi visi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus “Menjadi Perguruan Tinggi Islam Unggul di Bidang Pengembangan Ilmu Islam Terapan”. Ilmu ini menjadi mata kuliah wajib bagi semua prodi yang ada di sana tanpa terkecuali. Dengan di bekali ilmu tersebut dapat mengarahkan ramaja Gen Alpha untuk bergerak menuju arah yang lebih dan lebih baik dengan membawa perubahan demi mewujudkan cita-cita dan harapan bangsa. 

Gen Alpha merupakan sebutan bagi remaja kelahiran antara 2010 hingga sekarang. Ada berbagai macam pendapat mengenai generasi ini, ada yang berpendapat generasi ini tidak terlalu banyak menghabiskan waktu mereka untuk bermain gadget dan lebih suka healing  ada juga yang mengatakan generasi ini lebih suka dan sering bermain gadget dari pada bermain di luar, ada juga yang mengatakan  paling terdidik, juga ada suka belajar otodidak dan media sosial menjadi interaksi mereka, dan ada juga yang mengatakan bahwa generasi ini cenderung memikirkan hidup yang di jalani dan cenderung bergaya fungky juga tidak mau keluar dari zona nyaman. 

Ilmu Islam terapan hadir dalam menjawab problematika Gen Alpha dengan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat dan hadis, menjadikan sebuah benteng yang akan membentengi remaja Gen Alpha dari segala bentuk paham Radikal yang tersebar dalam media sosial. Selain menjadi sebuah benteng juga memberi motivasi untuk memanfaatkan sesuatu yang bisa mendatangkan manfaat bagi diri mereka, hal itu terkandung dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim yang berbunyi, sebagai berikut:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithon.” (HR. Muslim)

Dari hadis di atas dapat kita tarik benang merahnya, sebagai seorang remaja muslim harus kuat baik jiwa dan raga disertai ilmu pengetahuan yang mumpuni untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Problem yang di alami remaja Gen Alpha sekarang, 1. Terlalu banyak menggunakan gedget untuk suatu yang tidak berguna. 2. Suka bermain di luar dengan istilah healing, yang asal mulanya memenangkan pikiran dari stres agar lebih produktif lagi, tapi bagi remaja sekarang menjadi sebuah pelarian dari pekerjaan yang kian lama terlarut-larut dalam kesenangan hingga melupakan kewajiban yang mesti harus di tunaikan, menjadi sebuah tumpukan tugas yang kian tidak di kerjakan. 

Dari problem yang pertama dapat kita jawab melalui hadis di atas dengan semangat memanfaatkan gedget dengan tepat guna walapun suatu hal kecil yang kita anggap remeh tapi akan mendatangkan manfaat yang besarnya tidak terkira. Seperti: menonton ceramah, podcast, tutorial, hingga menambah nomer whatsapp untuk membangun relasi yang mana bisa membuat kita terbangun dari tidur yang kelamaan dan membuka mata kita akan manfaat yang akan di dapatkan dari gadget yang kecil tapi berdampak positif bagi diri kita di kemudian hari. 

Lanjut problem yang kedua, dalam kasus ini kita sandarkan juga dengan hadis di atas, para remaja sebelum berpergian harus semangat untuk menyelesaikan kewajibannya dulu, karena ketika kita berpergian tidak terpikirkan dengan tugas yang belum usai. Dan hal seperti itu pula harus kita biasakan dalam fase remaja ini, karena dalam fase ini kita memulai membentuk karakter dan membentengi diri dengan bersemangat melakukan perbuatan kecil yang bermanfaat bagi para remaja sehingga membuat imun kita bertambah kuat terhadap suatu hal yang negatif terhadap diri kita di kemudian hari.


*Muhammad Kharis Ulinnuha, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2022.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer