Menjadi salah satu desa yang terletak di atas ketinggian 700 m dari permukaan air laut yang masuk dalam kecamatan Dawe kabupaten Kudus, Ternadi kaya akan sumber daya alamnya. Dibuktikan dengan keseharian warganya yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, banyak hasil bumi yang bisa dinikmati dan dijadikan sebagai sumber menyukupi kebutuhan ekonomi.
Ternadi menjadi desa penghasil kopi dan cengkeh terbaik di Muria (Kudus, Jepara, dan Pati), di samping menghasilkan jagung, singkong, alpukat, rempah-rempah, dan lain-lainnya–yang membuah dari tanahnya. Untuk menjaga alam Ternadi tetap subur menghasil bumi, warganya mengupayakan tidak adanya penebangan pohon sembarangan dan tentunya selalu menumbuhkan bibit baru yang unggul.
Meski kaya akan sumber daya alam dan menjadi penghasil kopi terbaik di Muria, masih banyak warga Ternadi yang memutuskan untuk merantau ke kota. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan yang matang akan perekonomian yang masih belum cukup untuk menopang.
Didukung hasil wawancara mini riset kelompok 2 Family Gathering UKM KPN IAIN Kudus dengan bapak Ahmad Syafi'i selaku ketua RT di salah satu desa Ternadi, beliau mengiyakan bahwa warganya rata-rata hanya mengandalkan pemanfaatan alam yang ada. Ia memaparkan masih banyaknya keterbatasan untuk lapangan pekerjaan di Ternadi. Mayoritas, banyak yang merasa belum cukup atas penghasilannya sebagai petani untuk kebutuhan sehari-hari."
"Makanya, banyak warga Ternadi ini yang memutuskan untuk merantau guna mendapatkan lapangan pekerjaan yang mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya," paparnya.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, alangkah baiknya warga setempat lebih meningkatkan sumber daya manusianya guna mengelola hasil alamnya lebih baik lagi. Tak cukup hanya dengan merawat, perlu adanya inovasi yang terus dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman.
Digital marketing menjadi salah satu solusi yang bisa kami tawarkan. Dikarenakan menurut penelitian yang telah dilakukan, setiap rumah mempunyai WiFi–memperlancar jaringan komunikasi online, dan sosial media bisa dimanfaatkan untuk pemasangan hasil alam–dalam bentuk olahan inovasi–untuk pemasaran yang lebih luas dan memikat konsumen. Selain itu, juga bisa mengajukan kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM, sehingga dapat melakukan konsultasi, pelatihan, dan pemberdayaan serta mentoring terhadap pemanfaatan sumber daya alam.
Hasil alam bukan cukup dinikmati dengan langsung dari tanahnya, tapi bisa diolah dengan inovasi dan kreativitas manusia–guna mencukupi kebutuhan perekonomian.
Hasil Penelitian:
1. Taskiya Auliya Sabita
2. Aprillia Shofiatus salma
3. Faedhotun Nailiya
4. Muhammad Dzunnurain Firdaus
*Nurul Hikmah, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2021.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar