Sumber : Dok. Wawancara di Desa Rahtawu
Memasuki era globalisasi, yang utama harus mencegah terjadinya proses kesenjangan yang makin melebar, karena kesempatan yang muncul dari ekonomi terbuka hanya dapat dimanfaatkan oleh wilayah, sektor atau golongan yang lebih maju. Hal ini belum terlaksana sepenuhnya yang merupakan beban masyarakat dan pemerintah serta benar-benar menjadi persoalan yang sulit diatasi. Seperti apa yang disampaikan diatas, hasil pendapatan desa yang terpencil sangat rendah dibanding desa lainnya. Sebenarnya secara khusus perhatian harus diberikan dengan pemihakan dan pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan ekonomi, agar tidak tertinggal jauh dan justru dapat memanfaatkan momentum globalisasi bagi pertumbuhannya. Kesenjangan yang merupakan kenyataan dalam pembangunan memerlukan pemecahan dengan pemihakan dan pemberdayaan bagi pelaku-pelaku ekonomi lemah secara nyata. Untuk itu, setiap warga negara berhak atas taraf kesejahteraan yang layak serta berkewajiban ikut serta dalam upaya mewujudkan kemakmuran rakyat.
Permasalahan yang timbul adalah bagaimana cara memanfaatkan sumber daya alam. Penelitian kali ini tertuju pada Desa Rahtawu . Desa Rahtawu salah satu di Kecamatan Gebog yang letaknya berada paling atas. Desa Rahtawu memiliki lingkungan tropis dengan suhu yang sedang dan letak desanya dikelilingi pegunungan. Namun Desa Rahtawu memiliki kisah sejarah salah satunya masyarakat dari jaman dulu mempercayai sudah ada sejak Kerajaan Majalahit.
Potensi yang terdapat di Desa Rahtawu jika dikembangkan dengan maksimal maka akan meningkatkan taraf hidup masyarakat di Desa Rahtawu dan sekitarnya menjadi lebih sejahtera. Potensi secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu potensi fisik dan potensi non fisik. Pontensi fisik seperti geografis yang sejuk dan indah, lahan yang luas dan subur, iklim yang cocok untuk pertanian dan perkebunan. Sedangkan potensi non fisik itu seperti masih terdapatnya gotong royong, toleransi beragama yang tinggi dikarenakan didesa ini bukan hanya satu saja agama atau kepercayaan, namun ada beberapa agama dan kepercayaan seperti Kristen, budha, dan islam. Hal ini jika di kembangkan menjadi sebuah wisata, baik religi, maupun alam, mampu meningkatkan ekonomi didesa Rahtawu. Misalnya dalam hal wisata, masyarakat dan perangkat desa Rahtawu memanfaatkan potensi geografis yang menawarkan pemandangan alam, salah satu contohnya adalah destinasi wisata Rahtawood. Potensi dari destinasi wisata Rahtawood ini dapat menjadi faktor untuk meningkatkan potensi umkm yang rata rata adalah toko kelontong. Selain memanfaatkan pemandangan alam, masyarakat juga memanfaatkan lahan yang ada untuk perkebunan. Ada bermacam-macam tanaman yang ditanam warga Rahtawu, tetapi yang paling banyak adalah kopi.
Sumber : Dok. Wawancara di Desa Rahtawu
Menurut hasil wawancara dengan Bapak Junaedi yang sekaligus adalah seorang petani kopi mengatakan bahwa “sumber ekonomi masyarakat desa Rahtawu ini bisa apa saja, misalnya dalam hal pertanian ada berbagai tanaman yang mampu dimanfaatkan untuk menjadi sumber penghasilan yang bukan hanya kopi saja tapi ada juga jagung, jahe, cengkeh dll”. Sayangnya keanekaragaman tanaman ini terganggu dengan ulah hewan-hewan liar serta hama-hama, sehingga tanaman belum siap panen tapi sudah rusak dahulu karena gangguan hewan seperti monyet, babi hutan, dan hewan lainnya.
Jadi, solusi untuk masalah yang sudah dijelaskan diatas adalah pemerintah perlu meningkatkan lagi infrastruktur seperti memperbaiki akses jalan dan memberi ruang khusus untuk masyarakat dalam mendirikan usaha misalnya didirikannya sebuah ruko juga dari sektor pariwisata kebanyakan fasilitas wisata di rahtawu ini hanya di miliki perseorangan di sini lah yang menjadikan adanya kesenjangan kesenjangan.
Hasil Penelitian oleh :
1. Zidan Fahmi
2. Zidan Naufal Hamid Ghufron
3. Pipit Fatma Sari
4. Noor Saidatul Hidayah
Hasil Mini Riset dalam Kegiatan Family Gathering (FG) UKM KPN Angkatan 2023



Tidak ada komentar:
Posting Komentar