Kudus, Selasa 28 Juli 2026 — Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran dan Riset UIN Sunan Kudus (UKM PR UIN Sunan Kudus) menggelar Seminar Nasional bertajuk "Synergy of Innovation and Open-Source Information: Peran Generasi Muda dalam Mengawal Kebijakan Publik Berkelanjutan" yang bertempat di Laboratorium Terpadu Lantai 3. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Kreativitas dan Penalaran (FESTIRA) 2026 yang diselenggarakan oleh UKM PR UIN Sunan Kudus.
Seminar ini digagas atas dasar pentingnya keterbukaan informasi (Open-Source Information/OSI) di era digital sebagai landasan penyusunan kebijakan publik yang berbasis bukti (Evidence-Based Policy).
The Sustainable Development Goals Report 2025 mencatat bahwa hingga tahun 2025 hanya sekitar 35% target Sustainable Development Goals (SDGs) yang berada pada jalur pencapaian yang memadai, sementara sebagian besar target lainnya masih berjalan lambat. Kondisi ini menegaskan pentingnya data yang akurat, kemudahan akses informasi, serta partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal dan mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Open Government Indonesia (OGI) dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh panitia UKM PR, dilanjutkan dengan sambutan dari pihak terkait. Seminar kemudian dipandu oleh moderator Muhammad Fahmil Wafa dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Ibu Aisyah Maulida dan Bapak M. Nur Rofiq Addiansyah, S.IP., M.A.
Dalam paparannya, Ibu Aisyah Maulida menjelaskan mengenai konsep dan karakteristik Open-Source Information (OSI). Menurutnya, OSI merupakan segala informasi yang diperoleh dari sumber-sumber terbuka (Publicly Available Sources) yang dapat digunakan secara legal untuk menghasilkan pengetahuan maupun mendukung pengambilan keputusan, tanpa memerlukan izin khusus, peretasan (Hacking), maupun operasi rahasia. Sumber OSI, lanjutnya, tidak hanya berasal dari data pemerintah, tetapi juga dapat bersumber dari media sosial, komunitas, situs web dan berita, data geospasial, hingga citra satelit. Ia turut memaparkan enam karakteristik utama OSI, yaitu terbuka, legal, dapat diverifikasi, relevan, hasil kolaborasi berbagai pihak (Partnerships), serta dapat dimanfaatkan kembali dengan tetap memperhatikan lisensi, hak cipta, dan atribusi. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa OSI berperan penting dalam menghasilkan kebijakan berbasis bukti, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah, memperkuat partisipasi masyarakat, mendorong inovasi pelayanan publik, mempermudah evaluasi pembangunan, serta mendukung kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat.
Sementara itu, Bapak M. Nur Rofiq Addiansyah, S.IP., M.A. membawakan materi mengenai peran generasi muda dalam mengawal kebijakan publik. Pemaparan beliau menyoroti alasan pentingnya keterlibatan generasi muda, perbedaan antara kebijakan publik dan kebijakan privat, serta ragam masalah publik yang perlu menjadi perhatian bersama. Beliau juga memaparkan sejumlah cara yang dapat ditempuh generasi muda untuk turut mengawal kebijakan publik, di antaranya melalui diskusi, aksi nyata, tulisan, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyampaian aspirasi.
Usai sesi seminar, acara dilanjutkan dengan pengumuman juara Paper Competition FESTIRA 2026 yang bertajuk "Optimalisasi Potensi Generasi Muda dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia Emas 2045", yang diikuti oleh enam tim dari berbagai perguruan tinggi. Berdasarkan penilaian dewan juri, berikut adalah urutan juara yang berhasil ditetapkan:
1. Tim Duanimeda (UIN Sunan Kudus) — Lelana Heritage: Model Edukasi Sejarah Lokal Berbasis Experiential Learning Bagi Generasi Z menuju Indonesia Emas 2045
2. Tim iUNS (Universitas Sebelas Maret) — Optimalisasi Large Language Models (LLM) Terbuka sebagai Mesin Non-Playable Character (NPC) Tutor Matematika Interaktif pada Gim RPG guna Mewujudkan Generasi Numerasi Indonesia Emas 2045
3. Tim Bio Oksidator (Universitas Jenderal Soedirman) — Biooksidator: Teknologi Biooksidasi Metana Berbasis Biochar Sekam Padi dan Konsorsium Metanotrof untuk Mitigasi Emisi CH₄ TPA dalam Mendukung Pengendalian Perubahan Iklim
4. Tim Ahlul Jannah (Universitas Diponegoro) — Penerapan Blue-Green Waqf: Model Finansial Sosial Islam Terintegrasi Berbasis Pemuda guna Mengakselerasi Transisi Energi Maritim Menuju Indonesia Emas 2045
5. Tim GAGEGO (Universitas Diponegoro) — Tapiloop: Koperasi Pemuda Berbasis Social Enterprise sebagai Solusi Pengelolaan Kolektif Limbah Industri Tapioka untuk Mewujudkan Ekonomi Sirkular di Margoyoso, Kabupaten Pati
6. Tim Trio Magic (Universitas PGRI Semarang) — SULAP (Selokan Unggul, Adaptif, dan Produktif): Model Akuaponik Solar sebagai Strategi Adaptasi Rob dan Ketahanan Pangan dan Energi di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara
Penilaian dilakukan berdasarkan dua komponen, yaitu karya (bobot 40%) dan presentasi (bobot 60%), oleh Dewan Juri *Dr. Muhamad Jalil, M.Pd. dan Dr. Atik Rokhayani, S.Pd., M.Pd.*
Rangkaian kegiatan Seminar Nasional FESTIRA 2026 ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian souvenir kepada seluruh peserta dan narasumber. Melalui kegiatan ini, UKM Penalaran dan Riset UIN Sunan Kudus berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, inovatif, dan berintegritas dalam mengawal terwujudnya kebijakan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar