Sudah satu tahun lebih kita dihantui wabah corona dan belum reda juga dalam mengganggu umat manusia. Corona telah menghantam diberbagai lini kehidupan manusia hingga berubah 180° (derajat). Sekolah yang awalnya bertemu dengan guru terbangun relasi emosional, kini tersendat dan digantikan dengan layar ponsel. Begitu juga hubungan kita dengan orang-orang disekitar, tidak bisa bebas dalam berinteraksi, harus menjaga jarak, memakai masker, dan perubahan kebiasaan karena harus mentaati protokol kesehatan.
Lamanya pandemi yang tak kunjung usai membuat kita resah, hingga terbawa pada kesimpulan yang gegabah. Inilah momen munculnya wabah kesempitan berpikir di masa pandemi, bahwa ada bias yang mempengaruhi cara berpikir kita yang menggiring ke kesimpulan yang tidak objektif. Jika masyarakat berpikir secara sempit, maka masyarakat akan mudah percaya hoax (berita bohong) dan teori konspirasi. Contoh saja ada sebagian masyarakat kita yang secara serampangan mengatakan bahwa, corona itu tidak ada dan berita tersebut adalah ciptaan kaum kapitalistik untuk mengeruk kekayaan.
Menanggapi hal tersebut, kita harus bisa merubah cara berpikir sempit menjadi berpikir kritis. Berpikir kritis bukan berarti segala sesuatu itu kita kritik habis atau langsung kontra dengannya, tetapi berpikir kritis terlebih dimasa pandemi ini adalah ketika kita mendapatkan informasi baru janganlah terburu-buru mengafirmasi, tetapi mengambil jarak lalu menimbang dengan mengecek kevalidan informasi tersebut. Bila data yang didukung kuat maka kita boleh percaya, tetapi jika menunjukkan kurang atau ketiadaan data ,maka kita wajib meragukannya.
Dalam penarikan kesimpulan juga tidak boleh gegabah. Misalnya bahwa didesa A tidak ada orang yang terinfeksi corona, maka corona itu tidak ada. Tentu argumen tersebut kebenarannya kurang. Jika informasi yang didapat sudah kliru, maka kesimpulan yang dibuat akan kliru, karena premis-premis disusun dari informasi yang didapat. Maka berpikir kritis sangat dibutuhkan di era saat ini, agar menciptakan manusia yang mampu menyaring informasi dengan tepat dan menanggapi wabah corona ini dengan bijak.
*Muhammad Rokib, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2020.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar