Perilaku konsumtif adalah perilaku membeli yang tidak didasarkan pada suatu pertimbangan yang rasional, karena adanya keinginan yang telah mencapai taraf yang sudah tidak rasioanl lagi. Dalam hal ini manusia lebih mementingkan faktor keinginannya daripada kebutuhan, dan ada kecenderungan dikuasai oleh hasrat keduniawian dan kesenangan material”(Lubis, 1997).
Dewasa ini, aktivitas manusia tak seberat dan tak seintens waktu lalu, semua telah dimudahkan oleh teknologi mulai dari bangun tidur hingga mau tidur lagi. Hal ini tanpa disadari, manusia mengalami ketergantungan akibat kemudahan yang didapatkan dari teknologi. Fenomena sekarang, sudah banyak platform yang sangat memudahkan manusia dari aplikasi pesan antar, belanja hingga pembayaran online yang mudah dan cepat. Hanya dengan duduk santai sambil bermain gadget, belanjaan yang dipesan datang dengan pembayaran di tempat (COD). Dengan adanya fenomena tersebut, sampai-sampai pada tanggal 12 Dersember diperingati sebagai Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).
Menyanjung Tinggi Gaya Hidup Konsumtif
Orang yang konsumtif, cermin kehidupannya terletak pada gaya hidup yang memandang dan ingin dipandang oleh dunia. Gaya hidup konsumtif disanjung tinggi tanpa dibarengi dengan menjunjung gaya hidup proktif yang tinggi. Teknologi yang berperan memudahkan manusia, dalam hal ini justru mengeluarkan dampak negatifnya. Orang lebih suka memacu konsumsi daripada memproduksi. Manusia sekarang bukan memenuhi kebutuhan, tetapi memenuhi keinginan. Semua ingin dibeli, semua ingin dimiliki tanpa memikirkan perekonomian yang dialami. Jika gaya hidup konsumtif ini terus menerus ditingkatkan dan menggerus daya hidup produktif, bukan hal yang tidak mungkin perilaku tersebut menjadi beban bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.
Mewewahkan Hidup
Suatu negara bisa dikatakan negara yang konsumtif dan malas, jika perilaku konsumtifnya tidak dibarengi dengan pertamabahan ilmu pengetahuan di dalam otak manusia. Mereka lebih suka barang-barang mewah dibandingkan berpikir secara mewah. Bisa dilihat, hari-hari ini semakin banyak aplikasi yang memudahkan manusia yang kebanyak bukan buatan Indonesia, tetapi buatan negara luar. Contohnya adalah Amazon, aplikasi belanja online nomor satu ini asal Amerika Serikat buatan Jeff Bezos.
Ketika tidak konsumtif maka tidak dianggap ada di dunia ini. Semua seakan berpatokan pada seberapa kita mampu membeli ini, membeli itu tanpa dibarengi dengan suplai pengetahuan. Jadi, ilmu pengetahuan dibiarkan stagnan dan perilaku konsumtif justru lebih ditingkatkan.
*Arif Lukman Hakim, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2019


Tidak ada komentar:
Posting Komentar