-->

KPN Beropini, Preman Negara Mah Bebas


Janji Pemerintah?
Ilustrasi: Azka

Dahulu kalimat “UANG ATAU NYAWA” terasa sangat menakutkan, karena biasanya terjadi apabila seseorang mendapat ancaman dari orang yang tidak dikenal, atau yang biasa dikenal dengan sebutan preman dengan aksi menodongkan senjata tajam kepada korban, kalau tidak memberikan uang bisa saja nyawa jadi taruhan.

Kasus ini masih berlaku sampai sekarang, bahkan pelakunya tidak hanya menggunakan pakaian compang camping, lusuh, dan kusam, namun sudah mengenakan jas dengan komputer di depannya dan pastinya punya jabatan. Dengan alasan pandemi covid-19 belum hilang, mereka membuat masyarakat ketakutan layaknya seperti yang dilakukan oleh preman, atau mungkin bisa jadi itu preman tapi bedanya mereka punya jabatan. 

 Preman negara adalah mereka yang punya jabatan dan punya wewenang yang melakukan aksinya cukup dengan berbicara didepan wartawan dan dimasukkan ke media sosial agar bisa dengan mudah membuat masyarakat mimilih merelakan kebebasan dan keadilan daripada nyawa melayang karena alasan takut terpapar penyakit covid-19 dengan berbagai macam jarian. Namun, juga banyak yang beranggapan memang begitu model politik zaman sekarang, tidak menghiraukan pancasila yang semestinya tertanam dalam diri warga indonesia karna berpikir jika tidak banyak uang, nyawa bisa hilang.

Lalu mengapa solusi yang mereka janjikan belum juga menemui titik terang? Apa perlu masyarakat sampai 3 tahun kedepan hanya untuk menunggu pandemi hilang dengan resiko mati kelaparan?

 

 *Irsyadul Mu'afif, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer