Oleh: Marfu'atul Mahiroh
Kau pasung kami dengan kelakar harapan
Sudah menjadi kebiasaan rudira hutang berhiliran
Sebab bagimu petani bisa kau jadikan tumbal
Sebab buruh komersialisasi yang bisa kau obral
Dan rudita kemiskinan kau jadikan pesta kemerdekaan
Seakan menabur garam di lautan, imajiner kami duduk di bangku sekolahan
Anak tani kau karibkan dengan lapar
Memanen sawah sendiri kau tuduh mencuri
Dengan bertelanjang kaki, kami mengais remah nasi
Sungguh ironi
Anak buruh didera kolonialisasi
Kau mengancam: "angkat kaki, masuk buih"
Terpaksa kami setujui, agar nyawa tak melayang pergi
Masa depan kami dijarah upeti
Dipaksa rodi di rumah pemberi investasi
Dan kau atas namakan utang demi kami?
Jatuh tempo tinggal suruh
Untuk dermakan sawah kebun, gunung laut, daya petani buruh
Hilang asasi, hilang akal lalu mati
Semakin khusuk saja kau berutang
Sebab sebentar lagi jemput pensiun, kemudian berkalang tanah, Tuan?
Kau warisi utang kepada anakmu yang malang
Pendek umur untuk kau yang berutang
Rembang, 29 November 2020
*Marfu'atul Mahiroh, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2020.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar