Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Pecinta Nalar (KPN) IAIN Kudus dalam kelahirannya di tahun kedewasaan (24) ini menggelar Sinau Bareng Mas Sabrang Letto dengan tema "Dari Intelektualitas Menuju Spiritualitas," di depan perpustakaan IAIN Kudus. Senin (14/11/22)
Sinau bareng Mas Sabrang membawa kita memahami bahwa Intelektual masuknya di dunia akal. Intelektual ibunya adalah perhatian. Perhatian ibunya adalah keingintahuan/ketertarikan.
Fisik akarnya semua makhluk ingin sesuatu menghindari kesakitan dan mendapatkan kesenangan dengan energi sesingkat mungkin. Ingin senang dan menghindari kesakitan akarnya survival (ketidakmauan untuk mati).
Sedang Spiritual posisinya di luar akal dan di luar fisik. Kata kunci akal adalah riil. Kata kunci fisik adalah nyata. Sedang spiritual kata kuncinya adalah witness (bersaksi).
Ibaratnya demikian: Ketika aku menyatakan "tubuhku" apakah itu adalah aku? Atau itu hanya kepemilikan yang kuhasilkan dari luar ke dalam?
Maka, ketika akal dan fisik tidak bisa menjawab, spirituallah yang mampu menjawabnya.
Untuk menumbuhkan ketiga-tiganya (intelektual, fisik, spiritual) kata kuncinya adalah stressor.
Kalau kita mampu menekan diri kita sendiri, kita tidak perlu ditekan oleh orang lain.
Dan kalau kita tidak mau berinvestasi dengan diri kita sendiri, jangan harap orang lain mau berinvestasi pada kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar