-->

Kosmologi: Alam diciptakan lebih rendah dari manusia!


 

Kosmologi adalah suatu ilmu yang membahas mengenai asal usul, struktur dan evolusi dari alam semesta. Jadi objek penelitian dari kosmologi adalah alam raya ini. Kosmos dapat diartikan sebagai keteraturan, ini berkebalikan dengan kata chaos yang berarti kerusakan. Dengan demikian kosmologi melihat alam raya ini memiliki keteraturan dengan hukum-hukum yang ditetapkan.

Kosmologi juga berkait dengan doktrin agama. Dalam doktrin agama (Islam), melihat alam raya dengan segala keteraturannya membuktikan adanya eksistensi yang lebih tinggi, yang melampaui alam materi. Dia adalah yang mengatur dan menetapkan hukum-hukum bagi gerak alam itu sendiri, Dia adalah Tuhan. Menurut Cak Nur dalam bukunya Islam, Doktrin dan Peradaban mengemukakan bahwa Alam memiliki eksistensi yang nyata atau objektif. Dan didalamnya secara inhern terdapat hukum yang telah ditetap Allah. Maka menurut doktrin Islam alam diciptakan oleh Allah dengan segala hukum yang telah ditetapkannya.

Alam diciptakan untuk manusia. Dan manusia adalah puncak dalam ciptaanya. Sehingga manusia secara potensial dapat mengetahui hukum-hukum yang ada didalam alam itu sendiri. Potensi itu dikarenakan manusia dikaruniai akal pikiran. Dengan akal manusia mampu mengembangkan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, dengan alam sebagai objek, manusia untuk mengetahui menyingkan kebenaran ilmu pengetahuan guna menunjang peradabannya.

Manusia adalah puncak ciptaan Allah SWT. Manusia diserahkan alam ini sebagai fasilitas manusia untuk hidup. Sehingga manusia memiliki tanggung jawab atas apa yang ia lakukan dengan dunia ini. Dengan tanggung jawab seperti itu didasari dari kenyataan kemerdekaan oleh manusia. Sangat absrud jika manusia diciptakan tanpa kemerdekaan Karna menjadi tidak logis untuk mempertanggung jawabkan segela perbuatannya. Oleh sebab itu disebabkan manusia sebagai puncak ciptaan maka manusia secara martabat lebih tinggi dari alam sekitarnya.

Pemaparan tersebut, berkaitan dengan doktrin Taskhir, yaitu bahwa Allah menjadikan alam ini lebih rendah dari manusia. Implikasinya, Perbuatan paling merusak adalah menempatkan gejala alam itu lebih tinggi dari pada manusia. Perbuatan tersebut hanya akan menghasilkan kepercayaan pada mitologis (syirik dengan gejala alam). Disisi lain ketika manusia meninggikan manusia lain secara otoritarian maka perbuatan ini termasuk syirik secara sosial. Kedua hal tersebut membuat permasalahan yang cukup problematik. Yang satu mengakibatkan stagnasi ilmu pengetahuan, karena alam dijelaskan bukan dengan hukum-hukum yang ditetapkanNya dan tidak diketahui lewat penyelidikan keilmuan. Yang kedua hanya mematikan kemerdekaan seseorang. Maka doktrin Taskhir ini melihat pada posisi alam yang lebih rendah dari manusia tanpa melihatnya secara negatif dan eksploitatif.

Jadi Kesimpulannya adalah dalam tatanan kosmologi, alam itu telah ditetapkan keteraturan dan hukum-hukum didalamnya. Tugas manusia untuk menyingkap kebenaran yang terkandung didalamnya. Sehingga manusia bukanlah menciptakan kebenaran melainkan menemukan kebenaran. Disisi lain alam dan seisinya telah diserahkan tanggung jawab untuk manusia. Tanggung jawab itu dikarenakan kemerdekaan yang ada dalam diri manusia. Maka sekalipun manusia dituntut untuk melihat kenyataan alam ini untuk objek pengetahuan tetapi dengan kerendahan hati keimanan, manusia harus mengakui bahwa yang menciptakan dan menetapkan hukum alam itu adalah Allah, Tuhan Semesta alam.

“Secara aktual memang manusia itu belum, dan mungkin tidak akan pernah, paham akan seluruh alam. Tetapi secara potensial, manusia dapat memahami alam itu. Dan justru saat terungkapnya seluruh rahasia alam ini, baik mikro dalam diri manusia maupun makro dalam seluruh cakrawala, adalah saat manusia menyadari sepenuhnya kebenaran Ilahi”. -Nurcholish Madjid-


*Muhammad Rokib, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2021.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer