-->

Media Sosial: Ladang Perang Hingga Ranjau Postingan


 

Sosial media merupakan sebuah kanal untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara daring yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.Sosial media menghilangkan batasan manusia dalam bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu. Dengan media sosial manusia mampu berkomunikasi satu sama lain di manapun mereka berada dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh jarak membentang di antara mereka.

Dewasa ini, media sosial bukan sekadar untuk berkomunikasi saja, tetapi juga sebagai tempat untuk menyampaikan gagasan, berjualan hingga pamer pencapaian. Okelah jika media sosial juga digunakan untuk menyampaikan gagasan serta berjualan dalam rangka mendapatkan penghasilan, tetapi jika media sosial dijadikan sebagai sarana ekspresi atas capaian-capaian pribadi dan tempat untuk menyebarkan berita-berita palsu serta digunakan untuk menghina orang lain ini yang agaknya bermasalah. Media sosial kemudian berubah menjadi arena pertarungan dimana masing-masing orang mengeluarkan senjatanya bernama prestasi, capaian pribadi hingga pameran kemewahan. Menurut Bourdieu arena bisa diartikan sebagai tempat transaksi, interaksi hingga peristiwa berlangsung. Jelas bahwa media sosial sudah memenuhi syarat untuk menjadi sebuah arena perang yang dimana banyak senjata bertebaran hingga ranjau postingan yang bisa membuat orang terkena ledakannya apabila melihat postingan tersebut.

Dalam sebuah arena pertarungan tidak mungkin orang yang ikut andil tidak membawa senjata. Senjata dalam hal ini bisa dinamakan sebagai modal, menurut bourdieu modal dibagi menjadi beberapa bagian, dalam hal ini orang-orang menggunakan modal budaya dalam memenangkan pertandingan di media sosial. Modal budaya merupakan keahlian atau kemampuan setiap individu manusia seperti penampilan, cara pergaulan hingga seni olah kata. Modal budaya dibagi menjadi tiga dimensi yaitu dimensi ketubuhan, objek hasil manusia, dan lembaga. Dimensi karya manusia mendominasi dalam hal ini karena dimensi karya manusia meliputi benda-benda karya manusia seperti alat musik, kesenian, bahasa dan lain-lain. Jika ditinjau dari postingan di media sosial maka modal budaya dimensi karya manusia sangat mendominasi seperti teknik fotografi, harta-benda, hingga kegiatan yang menyangkut benda karya manusia. Senjata bernama modal budaya dimensi karya manusia sangat mudah menembus pertahanan zirah lawan yang dimana lawan bisa merasakan iri, rendah diri dan berbagai macam gejala penyakit psikologis yang mengkhawatirkan.

Setelah mengetahui senjata yang dipakai dalam arena pertarungan di media sosial kita juga harus bisa mengantisipasinya dengan memperkuat baju zirah pelindung kita dengan cara mempertanyakan apakah benar semua postingan yang bernuansa wah, keren hingga haru apakah benar-benar terjadi di dalam realitas manusia atau hanya dibuat-buat untuk menyerang psikis kita secara masif dan cara terakhir adalah berhenti menggunakan media sosial supaya bisa keluar dari arena pertarungan yang bernama media sosial.


*Arif Lukman Hakim, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer