-->

MENJAGA TRADISI MEMBACA DI ERA DIGITAL


      Era digital, dimana setiap aktivitas semua lini kehidupan tidak lepas dari yang namanya handphone. Tentunya dengan kemajuan ini menjadi hal positif sebagai pertanda bahwa sebuah kaum tengah berada dalam tahap kemajuan, sehingga segala aktivitasnya di perumahkan di era digital ini. Tradisi menjadi sebuah ciri dari suatu kaum tertentu dan menjadi identitas bagi diri mereka, serta cara kaum lain mengenal mereka. Hilangnya sebuah tradisi menajdi hilangnya sebuah jati diri dan menjadi asing akan diri sehingga tidak mampu mengenal asal tradisi mereka sendiri. Hal tersebut tentunya terpengaruh dari kemajuan teknologi di era digital ini.

      Era digital selain mendatangkan hal positif tentu tidak lepas dari hal negatif, dan hal tersebut tidak bisa di abaikan begitu saja, karena nantinya. akan mendatangkan hal negatif lainnya yang lebih besar. Misal hilangnya tradisi membaca yang di turunkan secara turun temurun dari sebuah kaum. Era digital ini seperti halusinasi yang mana semakin kita terjerumus di dalamnya, maka akan semakin banyak kenikmatan yang kita dapatkan, sehingga membuat semakin candu dan ketergantungan akan hal tersebut. Maka dari itu perlulah menjaga tradisi dan mengontrol diri agar tidak terlalu terjerumus di dalamnya, sehingga selain mendapatkan manfaat atas era tersebut, juga masih terjaga tradisi membaca yang menjadi identitas suatu kaum.

      Salah satu cara menjaga tradisi membaca di era digital ini adalah dengan membuat suatu lingkungan atau komunitas, yang mana di dalam komunitas tersebut berkumpul orang-orang yang mempunyai tradisi atau kesukaan sama, yaitu membaca. Dengan adanya komunitas ini bisa menjadi kita semakin kuat dalam menjaga tradisi, serta menjadi sebuah wadah atau benteng bagi orang-orang yang ingin menjaga tradisi membaca tersebut.

      "Ciptakan ekosistem membaca di sekitar anda "Seperti halnya yang kita tahu bahwasanya lingkungan merupakan faktor penting dalam menjaga dan merawat suatu tradisi, begitu pula dengan literasi, jadi agar kita dapat menjaga literasi maka ciptakan lingkungan yang mendukung agar bisa menjaga bersama menularkan, dan menyebarkan.


*Muhammad Kharis Ulinnuha, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2022.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer