-->

RELEVANSI PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER


      Zaman sekarang yang bisa kita lihat sebagai zaman yang modern. banyak beredar informasi yang dapat kita lihat dengan begitu. mudahnya dan salah gunakan. Dengan penyalahgunaan tersebut tentunya menimbulkan efek negatif dalam diri seseorang khususnya. peserta didik, yang mana masih rentang dan buta akan informasi yang belum pasti benar tidaknya, terlebih lagi di gunakan untuk hal yang tidak semestinya. Sangat di khawatirkan peserta didik akan terjerumus dalam kemajuan zaman, yang membuatnya semakin ketergantungan dan tidak bisa lepas hidupnya dari sosial media. Namun hal tersebut tidak akan terjadi, jika peserta didik mempunyai kontrol yang baik dan support dari lingkungan sekolah, orang tua, dan teman-temannya.

    Dengan kemajuan zaman juga, membuat berbagai macam situs-situs yang tidak baik di perlihatkan secara transparansi, sehingga ketika peserta didik bermain adanya pengawasan dan orang tua, betul-betul sangat membahayakan, terlebih lagi kalau jauh berada dalam pengawasan guru maupun orang tuanya, risiko efek negatif dari sosial media lebih besar dan mengancam masa depannya. Tidak hanya meningkatkan risiko, melainkan sangat berdampak bagi masa depan peserta didik, karena tidak adanya fondasi yang kuat dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi di era saat ini. Perkembangan zaman memang sangat di harapkan, namun kita juga harus siap menghadapi konsekuensi dari apa yang di harapan. Dengan kolaborasi dan pengawasan dari kedua belah pihak, dari yang di rumah di awasil oleh orang tua, sedangkan disekolah diawasi oleh guru. Keduanya harus saling koordinasi berbagai informasi mengenai tumbuh dan kembangnya peserta didik, guna memperkirakan langkah selanjutnya yang akan di lakukan.

      Disini peranan orang tua sebagai kontrol dan pengawas yang baik ketika peserta didik di rumah, dan guru sebagai kontrol peserta didik ketika berada di lingkup sekolah sangat penting sekali, karena dengan kerjasama dan kombinasi keduanya dapat mencegah sebagian besar kemungkinan peserta didik akan terkena efek negatif dari sosial media. Terlebih lagi jika teman-teman pergaulannya juga mensuport selalu berpikir positif, dan menyelesaikan masalah yang ada, bukan membiarkan begitu saja, maka sangat membantu tidak hanya mencegah, melainkan bertumbuh dan berkembang dengan lingkungan yang baik dan kontrol yang baik pula.

      Sebagai guru, yang notabenenya mendidik peserta didik, terlebih lagi guru akidah akhlak mempunyai peran yang sangat krusial dalam membentuk akhlak peserta didik, serta memakamkan batasan-batasan dalam diri setelah peserta didik. Tanpa adanya pembelajaran akidah akhlak, maka peserta didik akan mudah terpengaruh oleh lingkungan. sekitarnya, dengan pergaulan bebas tanpa bisa membedakan mana yang baik dan buruk, minum-minuman keras, berjudi, dan lain sebagainya. Tanpa di bekali dengan akidah akhlak pula, akan membuat peserta didik lebih semena-mena dan merasa bahwa dia paling bisa dan paling benar, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.

      Disini dapat kita lihat betapa pentingnya pendidikan akidah akhlak di madrasah dengan pendidikan karakter. Dengan pendidikan akhlak da karakter peserta didik akan lebih tahu tentang batasan diri dan apa yang harus dilakukan dan tidak di lakukan, serta perbuatan yang baik dilakukan dan yang buruk tidak di lakukan, begitulah peran akhlak dalam membangun dan membatasi diri peserta didik, serta karakter yang membuat peserta didik lebih memahami dirinya sendiri, dan lebih sadar lagi mengenai setiap manusia lainnya mempunyai karakter berbeda, maka dari itu lebih pandai bertindak dan bijak bercakap. Jika kita bertanya tentang relevansi, maka akan selalu relevan di setiap zaman selama masih ada manusia.

    Dalam kehidupan bermasyarakat, pendidikan karakter itu penting terlebih di barengi dengan akidah akhlak, yang mana dalam hubungan antara sesama menjadi lebih baik, juga di barengi dengan pembelajaran akidah akhlak, yang mana menjadi penangkal segala bentuk paham yang menyimpang dari agama, juga menjaga diri agar selalu berpikir positif, setiap orang pasti memiliki luka, sabar, ikhlas, tawakkal, toleransi, ta’awun, rendah hati, lapang dada, dan lain-lain. Dengan adanya hal tersebut maka akan memudahkan pihak sekolah dalam mewujudkan visi misinya, yaitu menciptakan insan kamil dan berkualitas, serta berintegritas.


*Muhammad Kharis Ulinnuha, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2022.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer