-->

KAJIAN RAMADHAN (Membaca Kembali Arah Dan Tujuan Manusia Sebagai Khalifah Fil Ardh)


Manusia adalah mahluk Allah yang sempurna, ungkapan tersebut umum dan sering di katakan kepada kita sebagai manusia agar lebih bisa memaknai hidup dengan sepenuhnya. Namun kendati demikian pemahaman tentang sempurnanya manusia agaknya kurang di pahami oleh kebanyakan masyarakat, di Indonesia. Bahkan kita Komisi pendidikan dan penalaran UKM KPN IAIN Kudus berani mengatakan mereka yang notabenya mahasiswa, terkhusus empiris yang kita buat patokan adalah mahasiswa IAIN Kudus juga belum benar-benar memahami konsep manusia sebagai mahluk yang sempurna ini.

Sedikit gambaran saja bagaimana hari ini masih banyak mahasiswa yang menjadikan kuliah hanya sebagai formalitas, mereka yang notabenya Mahasiswa tidak suka dengan diskusi kendati diskusi adalah sebuah proses belajar di kampus dan mahasiswa lebih suka untuk diam dari pada mengeluarkan Gagasanya menjadi salah satu fakta yang bagi saya jelas adanya hari ini. Karna hal tersebut Membaca Kembali Arah Dan Tujuan Manusia Sebagai Khalifah Fil Ardh menjadi topic yang harus kita angkat. di Kajian Ramadhan pada bulan Ramadhan ini.

Dalam buku Tugas cendikiawan muslim karya Ali Syariati di gambarkan bagaimana Konsepsi Humanisme lahir dari kritikan kepada cara pandang agama di masa lalu pada manusia. Yang di anggap dalam menggambarkan manusia agama di masa lalu. tidak memanusiakan manusia, namun malah merendahkan manusia, khalifah fil ardh menjadi sebuah penjelasan bagaimana islam begitu luarbiasa dalam menggambarkan hakikat manusia, dalam QS Al Baqarah30, tuhan mengatakan ia hendak menciptakan wakilnya di muka bumi. Bisa di bayangkan betapa mulia nilai manusia dalam pandangan islam, bahkan humanisme eropa pasca renaisance tidak mampu memberikan kemuliaan dan kesucian demikian besar pada manusia dan misi penciptaanya.

Dari sana kesimpulan sederhana dari khalifah fil ardh adalah bagaimana kita di ciptakan tuhan sebagai wakilnya di muka bumi untuk menjadi mahluk yang mengurusi atau mengopeni dunia ini, dan jalan menjadi manusia yang puas dan pasrah dengan keterbatasan bukanlah konsepsi bagaimana kita sudah di amanati sebagai Khalifah Fil Ardh, sudah seharusnya kita menjadikan sebuah kuliah bukan hanya formalitas demi mencari ijazah, tidak seharusnya kita sebagai mahasiswa buta dengan permasalahan di sekitar dan memiliki nol besar dalam hal gagasan, belum lagi kalau kita merujuk pada konsepsi Rausyan Fikr All Syariati, kita sebagai intelektual tidak akan bisa memenuhi amanah kita sebagai khalifah fil ardh tanpa sebuah aksi yang nyata.

Sedikit bahasan di atas menggambarkan bagaimana kita memahami konsepsi penciptaan manusia adalah hal fundamental yang harus kita pahami secara utuh sehingga arah dan tujuan dari proses kita sebagai mahasiswa maupun sebagai bagian dari masyarakat dapat ter transendenkan ke arah yang di Ridhai oleh Allah SWT.


*Bimo Widjanarko, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus 2022.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer