Kamis, 16 Mei 2024 Pukul 16.00 WIB dari komisi penalaran UKM KPN IAIN Kudus, bersama Mahyail Ahmad (Pemateri) dan Bimo Widjanarko (Moderator) mengisi diskusi dengan tema "Antara Kecerdasan Finansial dan Kecerdasan Mencari Uang. Mana yang lebih Baik?"
Bagi masyarakat, uang bukan hanya sekedar alat transaksi, tetapi juga memegang peran penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk ekonomi, sosial, dan bahkan psikologis. Berbicara tentang uang tentunya terdapat berbagai definisi. Menurut Mahyail Ahmad selaku pemateri menyebutkan bahwa uang adalah bagian dari kehidupan, manusia tidak bisa hidup tanpa uang karena hal tersebut dapat dijadikan sumber penghasilan.
Adapun kecerdasan dalam mencari uang menekankan bagaimana kita dapat mengelola, menggunakan uang dengan tepat agar menjadi bekal tabungan pada hari tua. Karena banyak orang yang bekerja pada masa sekarang, mereka hanya memikirkan hidup tanpa perencanaan di masa depan. Mengenai kecerdasan finansial, menurut Dr. Sigit Setyawadi, SpOG dalam buku Rich Dad and Poor Dad, yang ditulis oleh Robert Kiyosaki, menjelaskan terdapat 5 pokok yang dapat dikuasai untuk memengaruhi hidup, yaitu:
1. Dapat membedakan aset dan beban
2. Mengetahui cash flow (aliran uang)
3. Mengetahui cara menggunakan uang
4. Mengetahui penghasilan pasif dan aktif
5. Mengetahui definisi kaya dan miskin yang sebenarnya
Memiliki kecerdasan finansial yang baik lebih penting daripada memiliki ilmu mencari uang. Hal tersebut dapat diakibatkan karena kurangnya pendidikan tentang masalah. keuangan, dengan mempelajari kecerdasan finansial maka kita akan mendapatkan. manfaat seperti, terhindar dari penipuan, mengubah penghasilan kecil menjadi besar. manajemen finansial, serta berkehidupan dengan tenang dan damai.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa uang merupakan sesuatu yang berharga sebagai alat transaksi jual beli atau barter. Dalam memahami kecerdasan finansial dan mencari uang tentunya kita perlu memanfaatkannya secara seimbang agar dapat memberikan dampak positif di kehidupan yang akan datang (masa depan).
"Nasib kita sekarang adalah pandangan dari 5 tahun yang lalu, jadi kita harus merubah pola pikir sekarang untuk masa depan menjadi lebih baik" (Mahyail Ahmad).
*Rivaldo dan Nela, Pengurus UKM KPN IAIN Kudus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar